suara ujung pena

Tampilkan postingan dengan label info pendidikan-kesehatan-kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info pendidikan-kesehatan-kampus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Februari 2011

learn from a fabel










Jangan ada ................ diantara kita!

Ayo teman public health tebak, kira-kira pada matakuliah atau pelajaran apa kita akan menemukan pict seperti disamping? atau lebih specific-nya jika gambar ini ada pada satu bab pelajaran kira-kira lagi bahas tentang apa ya?

Oke saya kasih tahu, saya menemukan gambar ini di salah satu slide ketika saya belajar mata kuliah asuransi lho. Kok bisa? Ya, itu pulalah pertanyaan yang tumbuh dibenak saya ketika melirik gambar bercerita ini-lazim kita kenal sebagai fabel. Apa hubungannya coba?
setelah next move to the others slide, saya pun cukup mengerti. apa maksud cuplikan fabel itu. ayam jantan dan ayam betina menetaskan telur anak gajah? How can be a possible thing? It's really what's a life. we all face suddenly with uncertanty and unpredictable thing. kira-kira sekarang cuplikan fabel itu nyambung ga dengan mata kuliah asuransi. Still confused. let I introduced you a little bit about insurance as I learn before.

ketika kita berbicara mengenai asuransi. kita pasti akan selalu berhadapan dengan apa yang dinamakan risiko -RISK. do you know, what is a risk actually? Risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang bisa berdampak positif ataupun negatif. risiko adalah sesuatu ketidakpastian. kita tidak bisa meramalkan kapan kita akan mendapati suatu risiko. risiko bisa juga sesuatu yang datangnya tidak terduga-duga (an unpredictable thing),. dalam konteks asuransi risiko adalah sesuatu yang menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, keterbatasan manusia dalam memprediksi risiko/ kerugian apa yang akan ditemukannya dimasa yang akan datang menuntut perlunya suatu jaminan akan tanggunggan kerugian yang terjadi sewaktu-waktu itu. itulah asuransi.

How? now, can you related insurance and the fabel above? I really think that the fabel is perfectly describe what is insurance for. :)

*midnight while learn what is insurance for?

Rabu, 28 Juli 2010

Inilah Bahaya Di Balik Sunat Perempuan

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbeda dengan sunat atau khitan pada laki-laki yang jelas mendatangkan manfaat, antara lain mencegah terjadinya infeksi dan kanker, khitan perempuan sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan; yang ada justru membahayakan dan dapat berisiko kematian.

"Khitan bagi perempuan tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena itu, fakultas kedokteran tidak ada yang mengajarkan khitan untuk wanita. Kecil atau tidaknya tindakan yang dilakukan, karena berada dalam area sensitif wanita, dinilai sangat berbahaya. Mulai dari pembedahan sampai anastesi, yang paling parah dari khitan bisa menimbulkan kematian," kata dr Artha Budi Susila Duarsa, M. Kes dari Lembaga Studi Kependudukan dan Gender Universitas YARSI di sela peluncuran Buku Khitan Perempuan: Dari Sudut Pandang Sosial, Budaya,Kesehatan, dan Agama, Selasa (27/7/10), di Jakarta.

Khitan perempuan menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO terbagi atas empat. Tipe 1, yaitu memotong seluruh bagian klitoris (bagian mirip penis pada tubuh pria). Tipe 2, memotong sebagian klitoris. Tipe 3, menjahit atau menyempitkan mulut vagina (infibulasi) dan, tipe 4, menindik, menggores jaringan sekitar lubang vagina, atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina agar terjadi perdarahan dengan tujuan memperkencang atau mempersempit vagina.

Meskipun pemberlakuan khitan perempuan di Indonesia hanya pada batas tipe 4, menurut dr Artha, pemotongan klitoris sendiri tidak boleh terjadi.

"Karena klitoris memainkan peran penting dalam meningkatkan kenikmatan seksual seorang perempuan. Selain itu, melalui klitoris dapat terjadi ekskresi kelenjar di sekitar vagina," kata dr Artha.

Tidak mengubah bentuk klitoris dinilai dr Artha sangat penting karena letak klitoris yang dikelilingi oleh saraf menyebabkannya menjadi sangat peka secara seksual.

"Menghilangkan klitoris akan menurunkan kepekaan perempuan terhadap rangsangan seksual. Klitoris juga berefek pada lubrikasi vagina. Semakin banyak lubrikasi pada vagina, perempuan akan semakin siap ketika penis dimasukkan. Jika tidak ada klitoris, vagina akan kering dan masuknya penis akan menyebabkan rasa sakit pada vagina sehingga timbul ketakutan pada perempuan untuk melakukan hubungan badan berikutnya," kata dr Artha.

Hal yang sama juga terjadi apabila melakukan infibulasi. Labia minora (kulit luar) juga dipenuhi dengan saraf yang membuat bagian ini sensitif terhadap rangsangan seksual. Seperti klitoris, memotong labia minora juga akan membuat perempuan kurang peka terhadap stimulasi seksual.

"Semuanya ini menyulitkan perempuan untuk mencapai orgasme. Menjahit mulut vagina akan menghambat masuknya penis. Rasa sakit yang dialami perempuan akan mengerikan dan jika penis berhasil melakukan penetrasi, akan menyebabkan pendarahan," kata dr Artha.

Tingginya resiko kematian pada khitan perempuan membuat Pemerintah Indonesia secara tegas melarang khitan bagi perempuan karena melanggar UU Kekerasan terhadap Perempuan.

Peraturan serupa juga diberlakukan parlemen Mesir yang mengesahkan UU tentang pelarangan khitan perempuan. Bagi yang melanggar akan dikenai denda 185 sampai 900 dollar AS dan kurungan penjara antara 3 bulan dan 2 tahun. Namun, di Asia, praktik khitan sendiri hingga saat ini masih dilakukan di Pakistan, India, Banglades, dan Malaysia.

Dampak jangka pendek khitan pada perempuan:

1. Perdarahan yang mengakibatkan syok atau kematian

2. Infeksi pada seluruh organ panggul yang mengarah pada sepsis

3. Tetanus yang menyebabkan kematian

4. Gangrene yang dapat menyebabkan kematian

5. Sakit kepala yang luar biasa mengakibatkan syok

6. Retensi urin karena pembengkakan dan sumbatan pada urethra.

Dampak jangka panjang adalah :

1. Rasa sakit berkepanjangan pada saat berhubungan seks

2. Penis tidak dapat masuk dalam vagina sehingga memerlukan tindakan operasi

3. Disfungsi seksual (tidak dapat mencapai orgasme pada saat berhubungan seks)

4. Disfungsi haid yang mengakibatkan hematocolpos (akumulasi darah haid dalam vagina), hematometra (akumulasi darh haid dalam rahim), dan hematosalpinx (akumulasi darah haid dalam saluran tuba)

5. Infeksi saluran kemih kronis

6. Inkontinensi urin (tidak dapat menahan kencing)

7. Bisa terjadi abses, kista dermoid dan keloid (jaringan parut mengeras).

Rabu, 19 Mei 2010

cuplikan proposal OIM UI 2010


Tujuan:
# jangka pendek: PIMNAS 2011
# jangka panjang: mewadahi dan mempersiapkan pemuda dalam berpartisipasi di dalam pembangunan berkelanjutan.

Tema:
peran pendidikan dalam mempersiapkan pemuda untuk pembangunan berkelanjutan di bidang ekonomi; lingkungan; dan kesejahteraan sosial.

Sasaran
Mahasiswa reguler, paralel, dan vokasi Universitas Indonesia.

Waktu dan Tempat
Hari dan Tanggal : Senin-Jumat , 4-8 Oktober 2010
Waktu : 09.00 - 17.00 WIB
Tempat : Kampus Universitas Indonesia, Depok dan
Salemba

Deskripsi Kegiatan
OIM UI 2010 memiliki dua inti rangkaian acara, yakni acara utama (mata lomba) dan acara pendukung. Acara lomba terdiri atas 9 mata lomba yakni: PKM-GT, PKM-P, PKM-K, PKM-M, Esai pemikiran kritis, Debat Inggris, Debat Indonesia, Poster kreatif, dan OIM Quiz. Sedangkan acara pendukung terdiri atas dua rangkaian acara yakni opening dan closing ceremony.
a. Opening
Acara opening dari OIM 2010 ini dimulai dengan parade yang diikuti oleh semua kontingen tiap fakultas di Universitas Indonesia.
Tema yang diangkat untuk parade dan opening ini adalah “Tunjukkan Warnamu”. Berdasarkan tema ini, setiap kontingen akan menampilkan warna fakultas serta kekhasan dari fakultas masing-masing. Warna di sini tidak hanya menunjukkan warna fakultas secara harfiah (contoh, warna ungu melambangkan FKM), namun juga kekhasan dari tiap fakultas yang akan ditampilkan dalam parade. Oleh karena itu, setiap kontingen diharuskan mengenakan atribut dengan warna yang sesuai dengan warna fakultas masing-masing. Setiap kontingen juga diharuskan untuk membuat yel-yel untuk menonjolkan warna dari kontingen masing-masing fakultas. Yel ini yang akan ditampilkan di dua pos penilaian pada rute yang akan dilalui saat parade.
Rute parade yaitu MUI- Stasiun UI- Halte FISIP- Auditorium gedung IX FIB. Terdapat 2 pos untuk melakukan penilaian, pertama di Halte Stasiun UI dan kedua di Halte FISIP UI. Setelah melalui kedua pos tersebut, peserta parade langsung menuju Auditorium gedung IX FIB, di mana acara opening ceremony akan dimulai. Pada opening ceremony ini, acara OIM UI 2010 akan resmi dibuka oleh Rektor UI. Akan ada hiburan selama acara berlangsung, seperti Tari Jaipong.
Pemilihan fakultas terfavorit dalam parade dinilai dari indikator: kesesuaian dengan tema parade, kreativitas dan atraksi, kekompakkan kontingen dalam parade, serta jumlah orang yang ikut serta dalam parade.

b. Esai Pemikiran kritis
Kompetisi esai pemikiran kritis ini merupakan kompetisi dalam bentuk tulisan ilmiah yang bersifat mengkritisi kebijakan pemerintah disertai usulan perbaikan maupun gagasan baru atas kritisan tersebut.. Tema yang diangkat adalah “Kritisasi Kebijakan Pemerintah dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan Dilihat dari bidang Ekonomi, Lingkungan, atau Kesejahteraan Sosial”.
Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal tiga orang delegasi terbaiknya di kompetisi ini. Kemudian akan dilakukan seleksi tulisan oleh dewan juri untuk menentukan peringkat satu, dua, dan tiga tingkat fakultas. Peringkat satu dari setiap fakultas berhak untuk mempersentasikan hasil tulisannya ke dewan juri pada minggu puncak OIM, peringkat dua dan tiga fakultas akan mendapat penghargaan berupa sertifikat dari panitia OIM. . Kompetisi ini memperebutkan Juara 1, 2, dan 3.

c. Debat Indonesia
Kompetisi ini berusaha menemukan bakat-bakat berpikir kritis dalam mempertahankan argumen serta menyampaikannya secara sistematis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal satu tim yang terdiri 3 orang delegasi terbaiknya di kompetisi ini. Kompetisi ini menggunakan sistem tiga kali preliminary di awal, dan sistem gugur di semifinal dan final. Kompetisi ini memperebutkan Juara 1, 2, dan 3.

d. Debat Inggris
Kompetisi ini berusaha mewadahi mahasiswa yang memiliki bakat berfikir kritis, mempertahankan argumen atau menyerang argumen lawannya secara logis dengan menggunakan bahasa Inggris. Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal satu tim yang terdiri 3 orang delegasi terbaiknya di kompetisi ini. Kompetisi ini menggunakan sistem tiga kali preliminary di awal, dan sistem gugur di semifinal dan final. Kompetisi ini memperebutkan Juara 1, 2, dan 3.

e. Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT)
Kompetisi ini diselenggarakan untuk menjaring gagasan-gagasan baru berbentuk tulisan ilmiah dari mahasiswa guna menyikapi permasalahan masyarakat yang baru-baru terjadi baik dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, pendidikan, maupun seni. Selain itu, diharapkan dari ajang ini munculnya bibit-bibit baru yang siap melaju pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang diselenggarakan oleh DIKTI.
Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal tiga tim (2-3 orang) delegasi terbaiknya di kompetisi ini. Kemudian akan dilakukan seleksi tulisan oleh dewan juri untuk menentukan peringkat satu, dua, dan tiga tingkat fakultas. Peringkat satu dari setiap fakultas berhak untuk mempersentasikan hasil tulisannya ke dewan juri pada Minggu puncak OIM, peringkat dua dan tiga fakultas akan mendapat penghargaan berupa sertifikat dari panitia.
Komposisi penilaian karya tulis 60 persen dan presentasi 40 persen. Kompetisi PKM-GT memperebutkan Juara 1, 2, dan 3.



PKM Non-Presentasi
Ada empat Program Kreativitas Mahasiswa yang tidak dilakukan penilaian presentasi, jadi hanya dilakukan penilaian terhadap proposal. Pada mata lomba PKM ini pihak panitia OIM tidak memberikan anggaran yang diajukan dalam proposal PKM, namun mengapresiasi gagasan-gagasan dalam proposal tersebut dengan memberi hadiah kepada Juara 1, 2, dan 3 dalam bentuk hadiah lomba dari panitia OIM UI 2010.

Keempat mata lomba PKM tersebut adalah:

f. Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K)

Kompetisi karya tulis mahasiswa ini sengaja diselenggarakan untuk menjaring gagasan-gagasan baru berbentuk proposal ilmiah dari mahasiswa dalam bidang kewirausahaan.

g. Program Kreativitas Mahasiswa-Masyarakat (PKM-M)
Kompetisi karya tulis mahasiswa ini sengaja diselenggarakan untuk menjaring gagasan-gagasan baru berbentuk proposal ilmiah dari mahasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat.

h. Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P)
Kompetisi karya tulis mahasiswa ini diselenggarakan untuk menjaring gagasan mahasiswa mengenai pengajuan sebuah penelitian (proposal penelitian) dari berbagai bidang peminatan. Tema sesuai dengan tema besar OIM yakni pembanguan berkelanjutan di Bidang Ekonomi, Lingkungan, dan Kesejahteraan Sosial. Pihak panitia tidak membiayai penelitian tersebut.

i. Poster kreatif
Dari kompetisi ini diharapkan tergali talenta mahasiswa yang kreatif dalam menuangkan idenya dalam bentuk desain yang disusun sedemikian rupa untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat akan gagasan yang diberikan secara baik dan tepat sasaran. Tema poster sendiri adalah “Semangat Pemuda dalam Membangun Bangsa di Era Kompetitif”.
Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal 3 orang delegasinya untuk mengirimkan hasil posternya (maksimal 1 orang 1 poster) di kompetisi ini. Poster kemudian akan dinilai oleh dewan juri yang telah ditunjuk oleh panitia yang kemudian akan ditentukan poster terbaik 1, 2, 3, dan juara favorit. Selain itu, pada mata lomba ini juga diperebutkan kategori poster favorit yang berdasarkan pilihan mahasiswa UI melalui voting, secara online melalui website resmi OIM UI. Peserta dengan poster yang terfavorit akan mendapatkan hadiah hiburan dari panitia.

j. OIM quiz
OIM quiz adalah kompetisi kelompok yang memadukan wawasan, kreativitas, dan kekompakan kelompok. Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal satu tim (terdiri atas 15 orang yang dipilih secara otonom oleh masing-masing fakultas). Kompetisi ini didahului dengan kompetisi grup. Dibagi menjadi Grup A dan grup B, masing-masing terdiri 6 tim dari fakultas-fakultas di UI. Pembagian group akan dilakukan dengan undian. Setiap pertandingan dimulai dengan menampilkan yel-yel dari masing-masing tim. Kemudian, panitia akan memberikan pertanyaan awal bagi setiap anggota tim guna mendapatkan satu orang tiap tim untuk maju ke babak berikutnya. Tiga perwakilan terbaik dari masing-masing grup berhak maju ke babak final OIM QUIZ 2010.
Kompetisi ini memperebutkan Juara 1, 2, dan 3. Selain itu pada kompetisi grup dan kompetisi final masing-masing akan dipilih penampilan yel terkreatif dan terkompak. Pemenangnya akan memperoleh hadiah hiburan dari panitia.


k. Closing
Pada acara closing OIM 2010 ini, akan terdapat 3 rangkaian acara yang terkait satu sama lainnya, yaitu :

Seminar Nasional
Acara closing untuk OIM ini mempunyai konsep seminar Nasional yang bertemakan sama dengan tema besar OIM, yaitu Sustainable Development. Seminar ini membahas tentang peran pendidikan dalam bidang kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Denan menghadirkan keynote speaker 3 pembicara berskala nasional dalam untuk 3 bidang tersebut. Peserta seminar ini akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan mereka dalam seminar ini.. Pada akhir dari seminar ini akan dilanjutkan dengan menampilkan hiburan berupa tari daerah. Puncak acara closing OIM 2010 sendiri adalah pengumuman pemenang masing-masing lomba dan juara umum OIM 2010.

Pameran Produk Inovatif Mahasiswa
Selain seminar PIMNAS terdapat pula pameran hasil karya (produk inovatif) mahasiswa UI. Pameran ini adalah acara yang mewadahi produk-produk inovatif yang telah dibuat oleh mahasiswa dalam menjawab permasalah bangsa. Tema Pameran mengacu pada tema besar OIM yakni pembagunan berkelanjutan di bidang Ekonomi, Lingkungan, dan Kesejahteraan Sosial. Pameran diikuti oleh 10 tim yang lolos seleksi awal panitia, dan disediakan hadiah bagi tim terbaik di tiap kategori. Kategori pameran adalah sosial dan humaniora, sains dan teknologi, serta kesehatan.
Produk yang dipamerkan dapat berupa produk nyata ataupun rekaman dari produk tersebut. Pameran berlangsung selama dua hari bersamaan dengan pelaksanaan final lomba debat Inggris (Kamis, 14 Oktober 2010) dan Seminar serta Workshop PIMNAS (Closing OIM, Jumat 15 Oktober 2010).
Pada hari kedua, yaitu pada acara closing pameran ini akan ditempatkan diluar dari tempat seminar PIMNAS dengan menggunakan stand ntuk tiap timnya. Para peserta akan mempresentasikan produknya di depan juri yang akan mendatangi satu per satu stand yang ada. Juri berasal dari 3 rumpun ilmu yang berbeda (sosial humaniora, sains dan teknologi, serta kesehatan). Juga akan didatangkan dari pihak industri dan LSM untuk menjadi Undangan, seperti Shell, Chevron, Astra, BP Migas, Toyota, WALHI, Green Peace, dan sebagainya. Pihak Industri dan LSM Lingkungan tersebut diharapkan dapat menjadi sponsor untuk pameran OIM.

Pameran Poster Kreatif
Pada hari terakhir akan ada pameran poster kreatif dari tiap-tiap fakultas di Universitas Indonesia. Tujuannya adalah memamerkan hasil karya kreatif dalam bentuk poster mahasiswa UI, terkait dengan tema “Semangat Pemuda dalam Menghadapi Era Kompetitif.”


bagi teman-teman FKM yang mau mengasah kemampuan keilmuannya di tingkat OIM UI, maka terlebih dahulu harus mengikuti SCIENCE FEST FKM UI I,




Mari kita Jayakan Keilmuan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Tingkat UI. GO OIM UI 2010.

Selasa, 18 Mei 2010

{COPAST dari depkes.go.i}

THALASSAEMIA MASALAH SERIUS KESEHATAN MASYARAKAT

Hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit Thalassaemia secara total. Untuk menjaga stamina dan kesehatan penderita Thalassaemia mayor dilakukan dengan transfusi darah secara teratur, sekali dalam empat minggu. Umumnya anak-anak yang menjalankan transfusi demikian, tumbuh secara normal dan hidup bahagia sampai usia dua puluhan. Tetapi untuk hidup lebih lama mereka memerlukan pengobatan lainnya.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH.Dr.PH dalam rangka peringatan hari Thalassaemia Sedunia di Jakarta, 9 Mei 2010.

Menkes mengatakan, Indonesia termasuk dalam kelompok yang berisiko tinggi Thalassaemia. Prevalensi Thalassaemia bawaan (carrier) di Indonesia sekitar 3-8%. Jika prosentase Thalassaemia 5% saja, sedangkan angka kelahiran 23 per 1.000 dari populasi 240 juta, maka diperkirakan terdapat 3.000 bayi penderita Thalassaemia setiap tahun.

Melihat besarnya angka prevalensi Thalassaemia di Indonesia, maka Thalassaemia menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena skrining pengemban sifat kelainan darah tersebut pada berbagai populasi menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Menkes menambahkan, pada beberapa populasi, frekuensi pengemban sifat Thalassaemia sangat tinggi mencapai 10% dan 36% untuk Hb-E, dengan prevalensi bervariasi pada tiap kelompok masyarakat. Permasalahan paling pokok adalah bahwa manajemen klinis penyakit Thalassaemia belum merata di Indonesia, jika dibandingkan dengan negara maju bahkan di negara ASEAN sekalipun.

”Hingga saat ini, hanya kota Jakarta yang mempunyai pusat pelayanan khusus untuk Thalassaemia, yang mungkin hanya dapat dimanfaatkan oleh sebagian kecil penderita. Padahal tanpa penanganan klinis yang serius penderita Thalassaemia mayor jarang dapat mencapai usia dewasa”, ujar Menkes.

Ditambahkan oleh Menkes, sudah saatnya sekarang penyakit Thalassaemia mendapat perhatian khusus dan diletakkan pada proporsi yang semestinya dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Tindakan preventif dan pengendalian penyakit tersebut harus segera disosialisasikan kepada masyarakat dengan tetap berpatokan pada nilai–nilai etika, moral dan budaya bangsa kita.

Kendati belum ada obatnya, dapat dilakukan tindakan pencegahan dan kontrol Thalassaemia. Salah satunya adalah membentuk Kelompok Kerja Thalassaemia di tingkat Nasional dan Regional, dengan melibatkan para Ahli, terdiri dari Ahli Penyakit Anak, Penyakit Dalam, Patologi Klinik, Genetik, Ahli Penyakit Kandungan, Bidan, Perawat, bahkan kalau perlu melibatkan Para Psikolog, Pekerja Sosial dan Wakil Orang Tua Penderita. Selain itu, juga perlu dibentuk suatu wadah konseling pra nikah bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama, bagi calon pengantin potensial Thalassaemia untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Kegiatan serupa di Iran, menunjukkanpenurunan angka penderita sampai dengang 1 per 100.

Dengan adanya kelompok kerja thalassaemia, diharapkan mereka dapat menyelenggarakan pertemuan-pertemuan ilmiah secara rutin baik tingkat lokal maupun regional dan mengevaluasi serta memantau permasalahan yang ada, serta memberikan informasi tentang kebijaksanaan dan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi Thalassaemia, kepada Instansi terkait atau Kementerian Kesehatan.

Thalassaemia adalah penyakit keturunan dimana sel darah merah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari). Sedangkan penyebab terjadinya Thalassaemia dikarenakan sel–sel darah tidak mengandung cukup hemoglobin karena adanya kelainan atau perubahan pada salah satu bagian gen hemoglobin.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.