suara ujung pena

Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Desember 2010

romeo dan rangga

Antara Romeo dan Rangga

Melihatnya pun baru waktu itu

Samar diantara wajah-wajah ramai

Kosong dihulu hatiku

Namun berganti dengan getaran yang menusuk pilu

Aku terhenyuk dengan bahasanya

Melampiaskan lara yang seolah juga kurasa

Ini bukanlah nestapa semata

Ini rasa antara dua insan yang sama

Pilu

Sendiri

Sepi

Dan ingin bergerak dalam imagi yang manari-nari di atas lembaran suci

Dengan lekukan kata-kata yang menggoresi setiap urat nadinya

Dengan setiap hentakan kaki yang berbekas lubang jantungnya

Aku sungguh tersipu

Bagi ku ini adalah sebuah replika serupa tapi tak sama

Dilema antara romeo dan rangga

Bukan untuk juliet, namun untuk cinta.

Sabtu, 20 November 2010

ngelantur

aku terjaga oleh alunan azan di pagi hari

membisikkan syair indah Illahi

aku terjaga dalam buaian angan dan mimpi

mempertanyakan untuk apa aku di sini

=_+

angin malam membelai lembut wajahku yang gundah

kelamnya malam menghujam bahtera hatiku yang pekat

desiran kerikil yang aku tapaki mewarnai mahligai otakku yang kacau

aku berharap ada yang bersuara

sekedar menyapa

bagiku itu lebih dari sekedar pelepas dahaga

namun yang aku temui hanya kelam yang semakin pekat melebihi malam

gundah bertabur amarah akan kesunyian yang menghujam

aku takut

namun aku bukan penakut

aku kalah

namun aku bukan pecundang

hanya asa untuk sebuah harapan yang terbentang di depan

yang membuatku bertahan

bahwa hari ini adalah untuk sebuah masa depan

Sabtu, 10 Juli 2010

Aku hidup di sebuah dunia fatamorgana

hatiku berkeluh, kenapa matahari itu bercahaya
menerangi dirinya dan dunia
sungguh indah
aku ingin kesana
aku berlari, mencoba menjangkaunya
namun yang kutemukan hanyalah bulan

tangan bersimbah, kenapa awan itu putih dan lembut
memberi rona di langit yang biru
sungguh mempesona
aku ingin menepuk awan itu
membelai kelembutannya
aku berlari hingga langit serbia
namun yang kutemukan butiran-butiran kaca
bening, pecah, mengeluarkan cairan
kecewa

aku terus berlari, berlari
kususuri dan kutapaki panasnya sahara
tingginya dataran himalaya
dinginnya kutub utara

seketika kutemukan sebuah cahaya
melangkah dan aku menembusnya
aku tiba pada masa satu tahun cahaya
berbeda

disana mereka meneriakiku juara dari puncak tertinggi dunia
aku bahagia
disana mereka menyalamiku dengan lengkungan senyum sempurna
aku bersuka

namun semua itu hilang ketika mereka menembus duniaku yang berbeda
aku tidak nyata bagi mereka
aku ada dari sudut terjauh penglihatan mereka
aku ada dalam pejaman mata mereka
aku ada disana
dibarat, timur, selatan dan utara
aku tidak disini dan bersama mereka

aku tersadar
aku hidup di sebuah dunia fatamorgana

Rabu, 12 Mei 2010

pemimpin Ku Bingung (??)

Pemimpinku bingung
Dulu, aku bilang akulah yang akan merubah ini
Dulu, aku bilang akulah yang akan memperbaiki semua ini
Dulu, aku juga pernah bilang tak ada yang dapat dilakukan mereka tanpa ada aku disini
Sekarang aku berdiri disini
Dengan visi dan misi
Melakukan apa yang dulu aku kehendaki
Untuk negeri ini
Namun, ini ...
Apakah ini adalah negeri?
Apakah ini bisa diperbaiki?
Apakah ada sisi yang dapat diobati?
Apakah masih ada secercah asa untuk dilakoni?
Atau semua ini hanya mimpi?
Ada apa ini?
Apakah dulu itu hanya janji-janji?
Dari mana harus kumulai
Aku bingung sendiri,
Dalam menata negeriku sendiri.


Wednesday, 14th April 2010 5:23 pm

belenggu suara

Ada mulut yang tak mau bersuara
Ada lidah yang tak kuat melafaskan satu kata
Dia terbata-bata
Ada sihir yang membelenggu suaranya
Ayo suara keluarlah...
Lantunkanlah syair bak sang pujangga
Ayo suara lantangkanlah...
Nyatakan bahwa kau ada
Ayo suara bernyanyilah...
Suaramu indah penyejuk jiwa
Ayo suara...
Jangan belenggu dirimu sendiri
Suarakan apa kata hati
Biarkan nuranimu menari
Supaya kau tetap dapat tegak berdiri



Wednesday, 14th April 2010 5:12 pm

Seandainya Bulan

bulan
sinarmu dimalam kelam seperti jiwa ini
jiwa pengelana
kehadiranmu setelah tenggelamnya sang surya seperti raga ini
raga kupu-kupu baja
tak letih hati ini terbang hanya untuk dia
mencari jejak sang surya
memantulkan cahaya, hanya untuk menjadikan hatinya tertawa
bulan, lantunkanlah nada cinta
untuk satu sang surya
jangan biarkan bumi mengambil semua cahayanya
karena kau bisa
jangan biarkan kau hanya mengisi kekelamannya
karena kau sang pujangga
mengukir bahasa, melahirkan citra
seandainya bulan itu adalah jiwa
sungguh dia ciptaan yang paling setia.

Tuesday, 16th march 2010 at 1: 03 am


hanya untuk 1 waktu

DIA SEORANG

Tak kuasa hatiku karena dia

Tak tergodaku karena dia

Tak terbendung rasa yang menguak asa

Karena dia

Dia yang disana

Jauh dimata

Dia yang disana

Bersama pujangga

Dia yang disana

Memuja dunia

Karena dia hati berkelana

Karean dia jiwa mempesona

Karena dia seorang adalah cinta

Wednesday, 10th March 2010 at 2: 17 am