suara ujung pena

Jumat, 21 Mei 2010

@ TMII




Ini liburan paling berkesan di tahun 2010, pengalaman bertamasya ria bersama teman-teman baru, sahabat baru

Rabu, 19 Mei 2010

cuplikan proposal OIM UI 2010


Tujuan:
# jangka pendek: PIMNAS 2011
# jangka panjang: mewadahi dan mempersiapkan pemuda dalam berpartisipasi di dalam pembangunan berkelanjutan.

Tema:
peran pendidikan dalam mempersiapkan pemuda untuk pembangunan berkelanjutan di bidang ekonomi; lingkungan; dan kesejahteraan sosial.

Sasaran
Mahasiswa reguler, paralel, dan vokasi Universitas Indonesia.

Waktu dan Tempat
Hari dan Tanggal : Senin-Jumat , 4-8 Oktober 2010
Waktu : 09.00 - 17.00 WIB
Tempat : Kampus Universitas Indonesia, Depok dan
Salemba

Deskripsi Kegiatan
OIM UI 2010 memiliki dua inti rangkaian acara, yakni acara utama (mata lomba) dan acara pendukung. Acara lomba terdiri atas 9 mata lomba yakni: PKM-GT, PKM-P, PKM-K, PKM-M, Esai pemikiran kritis, Debat Inggris, Debat Indonesia, Poster kreatif, dan OIM Quiz. Sedangkan acara pendukung terdiri atas dua rangkaian acara yakni opening dan closing ceremony.
a. Opening
Acara opening dari OIM 2010 ini dimulai dengan parade yang diikuti oleh semua kontingen tiap fakultas di Universitas Indonesia.
Tema yang diangkat untuk parade dan opening ini adalah “Tunjukkan Warnamu”. Berdasarkan tema ini, setiap kontingen akan menampilkan warna fakultas serta kekhasan dari fakultas masing-masing. Warna di sini tidak hanya menunjukkan warna fakultas secara harfiah (contoh, warna ungu melambangkan FKM), namun juga kekhasan dari tiap fakultas yang akan ditampilkan dalam parade. Oleh karena itu, setiap kontingen diharuskan mengenakan atribut dengan warna yang sesuai dengan warna fakultas masing-masing. Setiap kontingen juga diharuskan untuk membuat yel-yel untuk menonjolkan warna dari kontingen masing-masing fakultas. Yel ini yang akan ditampilkan di dua pos penilaian pada rute yang akan dilalui saat parade.
Rute parade yaitu MUI- Stasiun UI- Halte FISIP- Auditorium gedung IX FIB. Terdapat 2 pos untuk melakukan penilaian, pertama di Halte Stasiun UI dan kedua di Halte FISIP UI. Setelah melalui kedua pos tersebut, peserta parade langsung menuju Auditorium gedung IX FIB, di mana acara opening ceremony akan dimulai. Pada opening ceremony ini, acara OIM UI 2010 akan resmi dibuka oleh Rektor UI. Akan ada hiburan selama acara berlangsung, seperti Tari Jaipong.
Pemilihan fakultas terfavorit dalam parade dinilai dari indikator: kesesuaian dengan tema parade, kreativitas dan atraksi, kekompakkan kontingen dalam parade, serta jumlah orang yang ikut serta dalam parade.

b. Esai Pemikiran kritis
Kompetisi esai pemikiran kritis ini merupakan kompetisi dalam bentuk tulisan ilmiah yang bersifat mengkritisi kebijakan pemerintah disertai usulan perbaikan maupun gagasan baru atas kritisan tersebut.. Tema yang diangkat adalah “Kritisasi Kebijakan Pemerintah dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan Dilihat dari bidang Ekonomi, Lingkungan, atau Kesejahteraan Sosial”.
Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal tiga orang delegasi terbaiknya di kompetisi ini. Kemudian akan dilakukan seleksi tulisan oleh dewan juri untuk menentukan peringkat satu, dua, dan tiga tingkat fakultas. Peringkat satu dari setiap fakultas berhak untuk mempersentasikan hasil tulisannya ke dewan juri pada minggu puncak OIM, peringkat dua dan tiga fakultas akan mendapat penghargaan berupa sertifikat dari panitia OIM. . Kompetisi ini memperebutkan Juara 1, 2, dan 3.

c. Debat Indonesia
Kompetisi ini berusaha menemukan bakat-bakat berpikir kritis dalam mempertahankan argumen serta menyampaikannya secara sistematis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal satu tim yang terdiri 3 orang delegasi terbaiknya di kompetisi ini. Kompetisi ini menggunakan sistem tiga kali preliminary di awal, dan sistem gugur di semifinal dan final. Kompetisi ini memperebutkan Juara 1, 2, dan 3.

d. Debat Inggris
Kompetisi ini berusaha mewadahi mahasiswa yang memiliki bakat berfikir kritis, mempertahankan argumen atau menyerang argumen lawannya secara logis dengan menggunakan bahasa Inggris. Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal satu tim yang terdiri 3 orang delegasi terbaiknya di kompetisi ini. Kompetisi ini menggunakan sistem tiga kali preliminary di awal, dan sistem gugur di semifinal dan final. Kompetisi ini memperebutkan Juara 1, 2, dan 3.

e. Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan Tertulis (PKM-GT)
Kompetisi ini diselenggarakan untuk menjaring gagasan-gagasan baru berbentuk tulisan ilmiah dari mahasiswa guna menyikapi permasalahan masyarakat yang baru-baru terjadi baik dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, pendidikan, maupun seni. Selain itu, diharapkan dari ajang ini munculnya bibit-bibit baru yang siap melaju pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang diselenggarakan oleh DIKTI.
Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal tiga tim (2-3 orang) delegasi terbaiknya di kompetisi ini. Kemudian akan dilakukan seleksi tulisan oleh dewan juri untuk menentukan peringkat satu, dua, dan tiga tingkat fakultas. Peringkat satu dari setiap fakultas berhak untuk mempersentasikan hasil tulisannya ke dewan juri pada Minggu puncak OIM, peringkat dua dan tiga fakultas akan mendapat penghargaan berupa sertifikat dari panitia.
Komposisi penilaian karya tulis 60 persen dan presentasi 40 persen. Kompetisi PKM-GT memperebutkan Juara 1, 2, dan 3.



PKM Non-Presentasi
Ada empat Program Kreativitas Mahasiswa yang tidak dilakukan penilaian presentasi, jadi hanya dilakukan penilaian terhadap proposal. Pada mata lomba PKM ini pihak panitia OIM tidak memberikan anggaran yang diajukan dalam proposal PKM, namun mengapresiasi gagasan-gagasan dalam proposal tersebut dengan memberi hadiah kepada Juara 1, 2, dan 3 dalam bentuk hadiah lomba dari panitia OIM UI 2010.

Keempat mata lomba PKM tersebut adalah:

f. Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K)

Kompetisi karya tulis mahasiswa ini sengaja diselenggarakan untuk menjaring gagasan-gagasan baru berbentuk proposal ilmiah dari mahasiswa dalam bidang kewirausahaan.

g. Program Kreativitas Mahasiswa-Masyarakat (PKM-M)
Kompetisi karya tulis mahasiswa ini sengaja diselenggarakan untuk menjaring gagasan-gagasan baru berbentuk proposal ilmiah dari mahasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat.

h. Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P)
Kompetisi karya tulis mahasiswa ini diselenggarakan untuk menjaring gagasan mahasiswa mengenai pengajuan sebuah penelitian (proposal penelitian) dari berbagai bidang peminatan. Tema sesuai dengan tema besar OIM yakni pembanguan berkelanjutan di Bidang Ekonomi, Lingkungan, dan Kesejahteraan Sosial. Pihak panitia tidak membiayai penelitian tersebut.

i. Poster kreatif
Dari kompetisi ini diharapkan tergali talenta mahasiswa yang kreatif dalam menuangkan idenya dalam bentuk desain yang disusun sedemikian rupa untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat akan gagasan yang diberikan secara baik dan tepat sasaran. Tema poster sendiri adalah “Semangat Pemuda dalam Membangun Bangsa di Era Kompetitif”.
Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal 3 orang delegasinya untuk mengirimkan hasil posternya (maksimal 1 orang 1 poster) di kompetisi ini. Poster kemudian akan dinilai oleh dewan juri yang telah ditunjuk oleh panitia yang kemudian akan ditentukan poster terbaik 1, 2, 3, dan juara favorit. Selain itu, pada mata lomba ini juga diperebutkan kategori poster favorit yang berdasarkan pilihan mahasiswa UI melalui voting, secara online melalui website resmi OIM UI. Peserta dengan poster yang terfavorit akan mendapatkan hadiah hiburan dari panitia.

j. OIM quiz
OIM quiz adalah kompetisi kelompok yang memadukan wawasan, kreativitas, dan kekompakan kelompok. Setiap fakultas berhak mengirimkan maksimal satu tim (terdiri atas 15 orang yang dipilih secara otonom oleh masing-masing fakultas). Kompetisi ini didahului dengan kompetisi grup. Dibagi menjadi Grup A dan grup B, masing-masing terdiri 6 tim dari fakultas-fakultas di UI. Pembagian group akan dilakukan dengan undian. Setiap pertandingan dimulai dengan menampilkan yel-yel dari masing-masing tim. Kemudian, panitia akan memberikan pertanyaan awal bagi setiap anggota tim guna mendapatkan satu orang tiap tim untuk maju ke babak berikutnya. Tiga perwakilan terbaik dari masing-masing grup berhak maju ke babak final OIM QUIZ 2010.
Kompetisi ini memperebutkan Juara 1, 2, dan 3. Selain itu pada kompetisi grup dan kompetisi final masing-masing akan dipilih penampilan yel terkreatif dan terkompak. Pemenangnya akan memperoleh hadiah hiburan dari panitia.


k. Closing
Pada acara closing OIM 2010 ini, akan terdapat 3 rangkaian acara yang terkait satu sama lainnya, yaitu :

Seminar Nasional
Acara closing untuk OIM ini mempunyai konsep seminar Nasional yang bertemakan sama dengan tema besar OIM, yaitu Sustainable Development. Seminar ini membahas tentang peran pendidikan dalam bidang kesejahteraan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Denan menghadirkan keynote speaker 3 pembicara berskala nasional dalam untuk 3 bidang tersebut. Peserta seminar ini akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan mereka dalam seminar ini.. Pada akhir dari seminar ini akan dilanjutkan dengan menampilkan hiburan berupa tari daerah. Puncak acara closing OIM 2010 sendiri adalah pengumuman pemenang masing-masing lomba dan juara umum OIM 2010.

Pameran Produk Inovatif Mahasiswa
Selain seminar PIMNAS terdapat pula pameran hasil karya (produk inovatif) mahasiswa UI. Pameran ini adalah acara yang mewadahi produk-produk inovatif yang telah dibuat oleh mahasiswa dalam menjawab permasalah bangsa. Tema Pameran mengacu pada tema besar OIM yakni pembagunan berkelanjutan di bidang Ekonomi, Lingkungan, dan Kesejahteraan Sosial. Pameran diikuti oleh 10 tim yang lolos seleksi awal panitia, dan disediakan hadiah bagi tim terbaik di tiap kategori. Kategori pameran adalah sosial dan humaniora, sains dan teknologi, serta kesehatan.
Produk yang dipamerkan dapat berupa produk nyata ataupun rekaman dari produk tersebut. Pameran berlangsung selama dua hari bersamaan dengan pelaksanaan final lomba debat Inggris (Kamis, 14 Oktober 2010) dan Seminar serta Workshop PIMNAS (Closing OIM, Jumat 15 Oktober 2010).
Pada hari kedua, yaitu pada acara closing pameran ini akan ditempatkan diluar dari tempat seminar PIMNAS dengan menggunakan stand ntuk tiap timnya. Para peserta akan mempresentasikan produknya di depan juri yang akan mendatangi satu per satu stand yang ada. Juri berasal dari 3 rumpun ilmu yang berbeda (sosial humaniora, sains dan teknologi, serta kesehatan). Juga akan didatangkan dari pihak industri dan LSM untuk menjadi Undangan, seperti Shell, Chevron, Astra, BP Migas, Toyota, WALHI, Green Peace, dan sebagainya. Pihak Industri dan LSM Lingkungan tersebut diharapkan dapat menjadi sponsor untuk pameran OIM.

Pameran Poster Kreatif
Pada hari terakhir akan ada pameran poster kreatif dari tiap-tiap fakultas di Universitas Indonesia. Tujuannya adalah memamerkan hasil karya kreatif dalam bentuk poster mahasiswa UI, terkait dengan tema “Semangat Pemuda dalam Menghadapi Era Kompetitif.”


bagi teman-teman FKM yang mau mengasah kemampuan keilmuannya di tingkat OIM UI, maka terlebih dahulu harus mengikuti SCIENCE FEST FKM UI I,




Mari kita Jayakan Keilmuan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Tingkat UI. GO OIM UI 2010.

Selasa, 18 Mei 2010

{COPAST dari depkes.go.i}

THALASSAEMIA MASALAH SERIUS KESEHATAN MASYARAKAT

Hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit Thalassaemia secara total. Untuk menjaga stamina dan kesehatan penderita Thalassaemia mayor dilakukan dengan transfusi darah secara teratur, sekali dalam empat minggu. Umumnya anak-anak yang menjalankan transfusi demikian, tumbuh secara normal dan hidup bahagia sampai usia dua puluhan. Tetapi untuk hidup lebih lama mereka memerlukan pengobatan lainnya.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH.Dr.PH dalam rangka peringatan hari Thalassaemia Sedunia di Jakarta, 9 Mei 2010.

Menkes mengatakan, Indonesia termasuk dalam kelompok yang berisiko tinggi Thalassaemia. Prevalensi Thalassaemia bawaan (carrier) di Indonesia sekitar 3-8%. Jika prosentase Thalassaemia 5% saja, sedangkan angka kelahiran 23 per 1.000 dari populasi 240 juta, maka diperkirakan terdapat 3.000 bayi penderita Thalassaemia setiap tahun.

Melihat besarnya angka prevalensi Thalassaemia di Indonesia, maka Thalassaemia menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena skrining pengemban sifat kelainan darah tersebut pada berbagai populasi menunjukkan angka yang cukup tinggi.

Menkes menambahkan, pada beberapa populasi, frekuensi pengemban sifat Thalassaemia sangat tinggi mencapai 10% dan 36% untuk Hb-E, dengan prevalensi bervariasi pada tiap kelompok masyarakat. Permasalahan paling pokok adalah bahwa manajemen klinis penyakit Thalassaemia belum merata di Indonesia, jika dibandingkan dengan negara maju bahkan di negara ASEAN sekalipun.

”Hingga saat ini, hanya kota Jakarta yang mempunyai pusat pelayanan khusus untuk Thalassaemia, yang mungkin hanya dapat dimanfaatkan oleh sebagian kecil penderita. Padahal tanpa penanganan klinis yang serius penderita Thalassaemia mayor jarang dapat mencapai usia dewasa”, ujar Menkes.

Ditambahkan oleh Menkes, sudah saatnya sekarang penyakit Thalassaemia mendapat perhatian khusus dan diletakkan pada proporsi yang semestinya dalam sistem pelayanan kesehatan nasional. Tindakan preventif dan pengendalian penyakit tersebut harus segera disosialisasikan kepada masyarakat dengan tetap berpatokan pada nilai–nilai etika, moral dan budaya bangsa kita.

Kendati belum ada obatnya, dapat dilakukan tindakan pencegahan dan kontrol Thalassaemia. Salah satunya adalah membentuk Kelompok Kerja Thalassaemia di tingkat Nasional dan Regional, dengan melibatkan para Ahli, terdiri dari Ahli Penyakit Anak, Penyakit Dalam, Patologi Klinik, Genetik, Ahli Penyakit Kandungan, Bidan, Perawat, bahkan kalau perlu melibatkan Para Psikolog, Pekerja Sosial dan Wakil Orang Tua Penderita. Selain itu, juga perlu dibentuk suatu wadah konseling pra nikah bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama, bagi calon pengantin potensial Thalassaemia untuk melakukan pemeriksaan laboratorium. Kegiatan serupa di Iran, menunjukkanpenurunan angka penderita sampai dengang 1 per 100.

Dengan adanya kelompok kerja thalassaemia, diharapkan mereka dapat menyelenggarakan pertemuan-pertemuan ilmiah secara rutin baik tingkat lokal maupun regional dan mengevaluasi serta memantau permasalahan yang ada, serta memberikan informasi tentang kebijaksanaan dan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengatasi Thalassaemia, kepada Instansi terkait atau Kementerian Kesehatan.

Thalassaemia adalah penyakit keturunan dimana sel darah merah rusak atau umurnya lebih pendek dari sel darah normal (120 hari). Sedangkan penyebab terjadinya Thalassaemia dikarenakan sel–sel darah tidak mengandung cukup hemoglobin karena adanya kelainan atau perubahan pada salah satu bagian gen hemoglobin.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@puskom.depkes.go.id, kontak@puskom.depkes.go.id.

A Radio

There is one word to describe who am I? I personally said that I am a RADIO. what does it means? It means that I need someone close with me to listen me, understand me, stay side of me when I need it.

Radio as we know is a kind of communication media, which convey messange or information thorugh radio waves and we just hear it or listen to it, without even know who said about it. it called as audio media.

whatever about it. I really want to make a big metamorphosis in my life. Just like a radio, a far of today people do not like to listen it more. they more exciting to audio visual media than radio, watching Tv or googling internet. but Radio still survive to exist. becausse he knows that he providing many informations. and It is important.

(ah capek pake bahasa Inggris)...sama seperti radio yang semakin ditinggalkan oleh orang kebanyakan, aku juga. aku dijauhkan karena aku tampil dalam form "jadul" ditengah dunia yang semakin berkembang ini. aku seorang yang pendiam. mungkin ada yang bilang aku "ANSOS", "CUPU", "GA GAUL" atau apalah namanya yang dalam artian yang sama. aku tidak bisa mengingkari bahwa aku cukup terusik dengan statement seperti itu. tapi kalau aku berani jujur aku justru juga senang dengan keadaan ku sekarang ini, ditengah kesendirian ini aku merasa tangguh dan semakin tangguh setiap hari, kemandirian dan keberanian yang semakin meningkat, serta rasa menghargai setiap waktu dalan kesendirian-ku.

aku mulai membuat time-line dalam catatanku, kunamai noteku "catatan kehidupan: a beatiful life" perubahan perilaku ini cukup membuat hidupku lebih terarah, tapi tetap saja dalam kesendirian.

(sambung in some day...

Sabtu, 15 Mei 2010

Get Spirit in Senior High School




SMA N 1 IV Angkek
Banyak kenangan yang tidak terlupakan yang kulalui selama aku menempuh pendidikan di SMA ini. menginjakkan kan kaki pertama kali pada tahun 2006, seolah sebagai langkah terobosan dalam hidupku. mengapa tidak? sebagai anak ingusan yang lulus dari SMP N 1 Canduang dengan rank 10 NEM saat itu sunggu luar biasa jika aku memberanikan diri memasuki ujian kelas khusus standar internasional. Aku lulus.

Ada dua kelas SNBI( Sekolah Nasional Berstandar Internasional)yaitu X1 dan X2. aku diterima di kelas X2, bukan karena nilaiku lebih jelek dari kelas X1. "kedua kelas dibagi sama rata, bukan berarti X1 lebih pintar dari X2", kata salah seorang Wakil Kepala Sekolah. Dua kelas ini memeliki sitem bilingual dalam metode pembelajarannya. pengantarnya English. pertama kali mengetahui bahwa aku lulus ini sih aku tidak heran, karena bayangkan saja yang ikut cuma 56 orang. dan kursi yang akan ditempati adalah sebanyak 53 orang, jadi hanya tiga orang yang kurang beruntung yang tidak diterima di kelas SNBI paa angkatanku. tapi perasaan cemas lah yang muncul di kepala ku, memikirkan dan membayangkan bagaimana proses belajar akan berlangsung, menggunakan bahasa ibu aja masih ada yang tidak mengerti palagi pake bahasa Putri Diana,, (sedikit pusing)

ntar lanjutin lagi...


Rabu, 12 Mei 2010

there is a change

semenjak duduk di bangku perkuliahan FKM UI pada Juli 2009 lalu, terdapat banyak perubahan yang terjadi pada diri saya pribadi. Perubahan-perubahan yang cukup mengusik pikiran saya ketika saya renungkan di malam hari. Perubahan-perubahan positif, namun terasa sangat berat untuk saya jalani. akan tetapi hal itu tidak berlaku untuk perubahan yang satu ini. Saya menyukai menulis. Duduk di kelas Pak Syafiq (writing Class) ini merupakan satu-satunya perubahan yang paling senang saya jalani. tema 'menulis merdeka' yang diusung oleh pak Syafiq seakan benar-benar memerdekakan saya dari gejolak dan hasrat yang tinggi untuk menulis. namun selalu gagal untuk saya mulai. sekarang saya bertekad untuk memulainya. berikut beberapa alasan mengapa sekarang saya sangat menyukai menulis sehingga mengikuti kelas 'writing class'

Pertama, menulis memerdekakan pikiran saya. Saya ingin jadi Penulis. Kenapa? jawabannya hanya satu karena saya menyadari saya memiliki kelemahan dalam berkomunikasi, suara saya terbelenggu. cukup berat bagi saya untuk bisa cakap dalam berkomunikasi dengan orang lain. solusi untuk permasalahan pribadi saya ini hanyalah dengan menulis. saya akan menuliskan semua lisan yang sulit saya sampaikan tersebut pada lembaran kertas putih.

Kedua, Menulis identik dengan intelektualitas, saya ingin menjadi bagian dari orang - orang yang berintelektualitas tinggi melalui tulisan saya. Acap kali saya memimpikan saya menulis banyak buku, novel, dan cerpen bestseller bahkan journal-journal kesehatan level international. Namun hanya sebatas mimpi. belum ada langkah nyatanya sedikitpun. InsyaAllah dengan melibatkan diri pada kelas menulis ini mampu menjadi langkah awal saya dalam merintis karir untuk menjadi penulis berbakat dan professional, mungkin terdengar agak lebay, apabila itu hanya keluar di mulut saja. saya akan memulainya, saya akan menulis.

ketiga, menulis membuat saya damai, baik damai pikiran maupun damai hati. ketika lidah say terbata-bata untuk berucap, saya selalu mencoba untuk menuliskannya di lembaran kertas. ini saya ;lakukan agar apa yang saya sampaikan lebih runut dan mampu dimengerti oleh pendengar.

disamping hal-hal itu, motivasi lain yang mengilhami saya untuk menulis adalah pujian guru SMA saya akan novel Science Fiction (belom selesai sih) yang merupakan tugas akhir kelas 3 saat itu, dia bilang cerita yang saya angkat cukup menarik, tinggal bagaimana saya mampu mengemasnya menjadi tulisan yang apik aja. dan kemampuan seprti itulah yang belum saya miliki hingga sekarang. umunya karya tulisan yang saya lahirkan biasa-biasa saja 'nothing special'. uh saya hanya berharap BISA dengan BERUSAHA.

motivasi yang lain yaitu terilham dari perkataan seseorang.' ketika suaramu sudah terbata-bata, ambil penamu dan tuliskan.pernyataan begitu bermakna tatkala saya telah mengevaluasi diri saya. saya memang sangat terbata-bata dalam berbicara. untuk hal ini. saya HARUS menulis.

pemimpin Ku Bingung (??)

Pemimpinku bingung
Dulu, aku bilang akulah yang akan merubah ini
Dulu, aku bilang akulah yang akan memperbaiki semua ini
Dulu, aku juga pernah bilang tak ada yang dapat dilakukan mereka tanpa ada aku disini
Sekarang aku berdiri disini
Dengan visi dan misi
Melakukan apa yang dulu aku kehendaki
Untuk negeri ini
Namun, ini ...
Apakah ini adalah negeri?
Apakah ini bisa diperbaiki?
Apakah ada sisi yang dapat diobati?
Apakah masih ada secercah asa untuk dilakoni?
Atau semua ini hanya mimpi?
Ada apa ini?
Apakah dulu itu hanya janji-janji?
Dari mana harus kumulai
Aku bingung sendiri,
Dalam menata negeriku sendiri.


Wednesday, 14th April 2010 5:23 pm

UI Adil: Bagiku,

Mungkin banyak mahasiswa angkatan 2009 (maba ’09) yang mempermasalahkan sistem pembayaran perkuliahan yang berlaku di UI saat ini. Sistem yang tergolong baru dan unik, mungkin pula hanya ada di UI. Sistem itu dinamakan Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan atau yang lazim disingkat BOP-B. Kata terakhir ‘BerkeADILan’ seolah menjadi kata kearamat di tahun 2009, setiap mahasiswa selalu mencoba untuk memperbincangkan keadilan yang disuguhkan UI kepada maba ’09, “mana adil, MAHAL?” Kerap terdengar pernyataan seperti itu di akhir-akhir diskusi. Mempertanyakan keADILan memang tidak akan ada habisnya, memang sulit untuk mendefinisikan ADIL yang ditawarkan oleh UI sendiri, iya kan? Apabila definisi ini tidak dijabarkan, maka akan bermuara kepada kasus pro dan kontra yang berkelanjutan, dan di antara dua kubu ini, ada aku yang mengatakan “UI: adil bagiku.”

Tidak banyak memang yang sepakat dengan kata ADIL yang diusung oleh UI dalam sistem pembayaran perkuliahan yang berlaku. Namun bukan berarti tidak ada,bukan? Kelompok itu ada. Aku sebagai bagian dari kelompok itu adalah mahasiswa yang menyatakan dengan sangat jujur bahwa UI-lah kampusku, UI memahami perekonomian keluargaku. Pertimbangan UI dalam memutuskan besaran biaya perkuliahan bagiku cukup memuaskan. Bagaimana tidak, besaran BOP-B yang kuajukan pada akhirnya diterima.

Cukup banyak peristiwa yang kulalui hingga penetapan BOP itu disahkan. Diawali dengan berusaha mengumpulkan semua persyaratan yang diminta oleh UI sendirian. Hingga mencapai sistem banding yang lumayan menguras tenaga dan pikiran, bahkan air mataku pun menetes untuk memperjuangkan keadilan bagi pendidikanku. Bagaimana tidak? Siapa yang tahan melihat BOP-nya tertera sebesar Rp7.500.000,- dengan UP Rp5.000.000,- padahal telah mengajukan semua persyaratan yang diminta oleh UI. Ternyata itu hanya kesalahan sistem. teman-temanku yang juga mengajukan BOP-B bilang mereka mengalami itu juga. Pernyataan mereka membuatku sedikit bisa menghela nafas. Namun siapa sangka itu hanya berlangsung sebentar. Pada pukul 10:00 pagi, besaran BOP-B mereka sudah berubah, ada yang sesuai dengan yang diajukan namun ada juga yang tidak. Akan tetapi, BOP-B ku sendiri masih sebesar itu. Disaat itulah aku mulai panik, banding via email mulai disarankan oleh guru yang menemaniku di kala itu. Tapi tak kunjung ada balasan. Empat kali aku mengirimkan email mempertanyakan BOP-ku, tetap tidak mendapatkan balasan. Mulailah muncul pikiran-pkiran negatifku tentang FKM, “apakah di FKM BOP-B tidak berlaku?”, “Ada apa sih dengan FKM, kok lambat gini?” pikiran-pikiran itu akhirnya menemukan jawaban, kira-kira pada pukul 16:00 aku melihat BOP-B lagi dan sudah ada perubahan. Meskipun belum sesuai dengan yang aku ajukan. Aku pun melakukan banding lagi. Pada keesokan harinya aku mendapat telfon dari seorang mahasiswa FKM (Departemen Kesejahteraan Mahasiswa), dia mewawancaraiku, mempertanyakan kembali perihal aku mengajukan banding. Tak ada jawaban lain yang bisa aku sampaikan selain “ hanya segitu orang tuaku menyanggupinya, Kak.” Dia memberikan pertanyaan selanjutnya dan selanjutnya lagi. Aku jawab sejujurnya. Tidak ada yang aku lebih-lebihkan apalagi aku kurang-kurangkan. Aku bicarakan keadaanku. Jawaban terakhir yang aku terima dari kakak itu adalah “ lihat BOP-mu lagi besok di internet ya”

Keesokan hari, aku melihat BOP yang ditampilkan di website bopberkeadilan.ui.ac.id, syukur alhamdulillah berubah. BOP yang kuajukan diterima, dan walaupun UP-nya sedikit lebih besar dari yang aku ajukankan, aku tetap bersyukur. Itulah titik keADILan yang aku rasakan dari UI. Bukankah keadilan itu adalah keseimbangan dan kesesuaian. Dan itulah yang aku rasakan, UI memberikan besaran BOP yang sesuai dengan kesanggupan orang tuaku untuk memenuhinya. UI adil bagiku.

Keadilan ini mungkin tidak dirasakan oleh sebagian mahasiswa lain, terutama mahasiswa yang berada pada kubu kontra tadi. Tapi mungkinkah ketidakadilan yang mereka rasakan itu berlandaskan “sifat iri” melihat BOP temannya yang lain lebih kecil daripadanya. Apabila itulah penyebabnya, keadilan yang manakah yang dipertanyakan? Apakah mereka iri melihat saudaranya jauh lebih miskin darinya sehingga mereka mendapat BOP yang lebih kecil? Di luar apapun penyebab ketidakadilan itu. Aku hanya dapat mengatakan bahwa tidak ada yang bisa se-ADIL Allah dalam menetapkan sesuatu. Bagiku UI tengah mencoba membangun keadilan di kampus ini. Namun apabila keadilan itu belum bisa dirasakan sepenuhnya, maka yang dapat dilakukan hanya memohon keadilan dari Allah swt. Yang Maha Adil, sumber segala keadilan.